Pendidikan adalah ibadah…
Arsip
Statistik Kunjungan
Kunjungan Hari ini : 155
Total Kunjungan : 79288
IP Anda : 54.83.122.227
Tamu Online : 0
User online : 0
Sistem Operasi :

Info Internal

JADWAL KULIAH DAN SERAGAM KULIAH DIV BIDAN PENDIDIK

DISAMPAIKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA DIV BIDAN PENDIDIK TAHUN AJARAN 2017/2018 JADWAL KULIAH MULAI TANGGAL 14 AGUSTUS 2017 DAN WAJIB UNTUK MEMATUHI ATURAN SERAGAM SEBAGAI BERIKUT :

  • SENIN & SELASA : SERAGAM COKELAT / JILBAB COKELAT
  • RABU                    : SERAGAM MERAH MARON / JILBAB CREAM
  • KAMIS                   : SERAGAM BATIK / JILBAB HIJAU
  • JUM'AT                  : SERAGAM COKELAT / JILBAB COKELAT
  • SABTU                  : SERAGAM MERAH MAROON / JILBAB CREAM
  • MINGGU               : SERAGAM BATIK / JILBAB HIJAU
  • SEPATU                : HITAM & HAG MAXIMAL 3 CM
  • KAOS KAKI          : CREAM

DEMIKIAN PENYAMPAIAN KAMI, ATAS KERJASAMANYA DIUCAPKAN TERIMA KASIH.

 

 

PENGUMUMAN

DISAMPAIKAN KEPADA SELUYRUH MAHASISWA BARU PRODI DIV BIDAN PENDIDIK TAHUN AKADEMIK 2017/2018 YANG SEMENTARA MENGIKUTI MATRIKULASI BAHWA MATERI MANAJEMEN SPRITUAL INTELEGENCE TRAINING YANG DIJADWALKAN PADA HARI SABTU, 08 JULI 2017 JAM 13.00 WITA AKAN DILAKSANAKAN BERSAMAAN DENGAN GELOMBANG BERIKUTNYA, JADWAL DAMN TEMPAT AKAN DISAMPAIKAN KEMUDIAN.

DIII Kebidanan Adakan Pelatihan Preseptor

MCMR, MAKASSAR– Pelatihan preseptor kembali diadakan oleh STIKes Mega Rezky Makassar. Setelah program studi (prodi) S1 keperawatan sukses dengan pelatihan preseptor, prodi DIII Kebidanan bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIN) mengadakan pelatihan tersebut di ruang kuliah, lantai 2 rektorat STIKes Mega Rezky, Jl Antang Raya No 43, Minggu-Senin (21-22/05/2017).

Baca juga: Pelatihan Preseptor S1 Keperawatan

Salah satu dosen DIII Kebidanan Jumrah SST MKeb mengatakan, pelatihan preseptor ini lebih dominan dilaksanakan dalam bentuk praktikum di laboratorium.

Prodi DIII Kebidanan bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIN) mengadakan pelatihan preseptor di ruang kuliah, lantai 2 rektorat STIKes Mega Rezky, Jl Antang Raya No 43, Minggu-Senin (21-22/05/2017). (Foto: istimewa)

“Kegiatan ini telah diikuti sekitar 40 peserta dari institusi dan lahan praktik seperti puskesmas dan rumah sakit,” ungkap Jumrah ketika diwawancarai via Whatsapp, Rabu (24/05/2017).

Jumrah mengungkapkan, pelatihan ini melibatkan tiga fasilitator dari AIPKIND Sulselbar seperti Hj Nuryaqin SKM MKes, Hj Amriani SST MKeb, dan Dr Sundari  SST MKeb.

Workshop dan Pengembangan Kurikulum DIII Kebidanan

Sebelum mengadakan pelatihan preseptor, Prodi DIII Kebidanan telah mengadakan workshop dan pengembangan kurikulum DIII kebidanan berbasis kurikulum pendidikan tinggi di Hotel Grand Imawan, Kamis-Sabtu (11-13/05/2017). Hal ini diperuntukkan untuk menyusun kurikulum yang berdasarkan standar KKNI. Hal ini tak terlepas dari cita-cita DIII kebidanan yang ingin menghasilkan luaran bidan yang profesional.

Baca juga: Penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan DIII Kebidanan

Kegiatan tersebut melibatkan 25 dosen kebidanan, 5 orang tim kurikulum AIPKIND, 3 pemateri dari pusat, 2 orang dari AIPKIND Sulselbar, serta beberapa pimpinan STIKes Mega Rezky.

Workshop ini mendatangkan ketua AIPKIND pusat Dra Yumiarni Ilyas MKes sebagai pembicara pertama, Wakil devisi pendidikan AIPKIND pusat Erika Yulita MKeb sebagai pembicara kedua dan pemateri ketiga Herlyssa SST MKM. (hdl)

Workshop dan pengembangan kurikulum DIII kebidanan berbasis kurikulum pendidikan tinggi di Hotel Grand Imawan, Kamis-Sabtu (11-13/05/2017). (Foto: istimewa)

 

 

Dosen Analis Kesehatan STIKes Mega Rezky Juara Satu Lomba Presentasi Poster Ilmiah

MCMR, MAKASSAR–  STIKes Mega Rezky boleh berbangga karena baru-baru ini meraih prestasi akademik yang luar biasa. Ketua program Studi DIII Analis Kesehatan, Sulfiani SSi MPd mengatakan, dosen Analis Kesehatan Mutmainnah Abbas SSi MSc (prodi DIII Analis Kesehatan) telah berhasil menyabet juara dalam lomba karya ilmiah dan presentasi poster, Jumat (19/05/2017) di Jl Antang Raya No 43.

Mutmainnah Abbas SSi MSc menerima penghargaan presentasi poster terbaik dalam The Role of Medical Studies In Overcoming Health Problem In Indonesia, Jumat-Minggu (5-7/05/2017) di Hotel Golden Palace Mataram. (Foto: istimewa)

Melalui prestasi Mutmainnah, kali ini STIKes Mega Rezky membuktikan eksistensi dan keseriusannya dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Mutmainnah berhasil meraih juara 1 atau presentasi poster terbaik dalam ajang "Annual Meeting Forum Kedokteran Islam 2017" pada seleksi Jurnal bertajuk The Role of Medical Studies In Overcoming Health Problem In Indonesia, Jumat-Minggu (5-7/05/2017) di Hotel Golden Palace, Mataram.  

Berkat karya ilmiah berjudul “Potensi Individu dengan Riwayat Keluarga Hipertensi Terhadap Polimorfisme Gen Angiotensin II Type 1 Receptor (AGTR1) dan Gen Angiotensin Converting Enzyme (ACE)”, Iin (sapaan) mengungkapkan, dirinya berhasil menyisihkan 21 peserta dari berbagai universitas seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Mataram, universitas Hang Tuah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Malang dan beberapa universitas lain dari daerah Jawa dan Bali.

Iin mengatakan, selama mengikuti lomba, kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Mataram ini juga dirangkaikan dengan seminar kesehatan tentang hipertensi dan workshop Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes). “Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada bapak dan ibu pimpinan serta rekan-rekan sejawat. Semoga kita selalu bisa berkarya dan membawa nama baik kampus baik tingkat nasional maupun internasional, Aamiin,” tandas Iin,  ketika diwawancarai via Whatsapp.

Prestasi Ganda Presentasi Poster Ilmiah

Selain Iin, Analis Kesehatan juga telah meraih prestasi berkat kegigihan salah satu dosen program studi DIII Analis Kesehatan, Theosobia Grace Orno SSi MKes. Tesa (sapaan) telah menyabet penghargaan presentasi poster terbaik dalam lomba karya ilmiah & poster dalam rangka Munas VIII persatuan ahli teknologi laboratorium medik Indonesia (Patelki) & temu Ilmiah XX Patelki, Senin-Jumat (15-19/05/2017) oleh Dewan Pimpinan Pusat Patelki di Dyandra Convention Center, Jl Basuki Rahmad-Surabaya.

Theosobia Grace Orno SSi MKes sedang melakukan presentasi poster di lomba karya ilmiah & poster dalam rangka Munas VIII persatuan ahli teknologi laboratorium medik Indonesia (Patelki) & temu Ilmiah XX Patelki, Senin-Jumat (15-19/05/2017) oleh DPP Patelki di Dyandra Convention Center, Jl Basuki Rahmad-Surabaya. (Foto: istimewa)

Tesa berhasil meraih penghargaan tersebut, berkat karya ilmiahnya yang berjudul "Uji Korelasi Onset DM dengan kadar Plasminogen Activator Inhibitor-1 pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol".  Alumnus Universitas Hasanuddin ini termotivasi mengikuti ajang seperti ini karena menyadari ahli teknologi laboratorium medik atau yang dulu disebut Analis kesehatan kurang terpacu meneliti.

“Mereka lebih banyak mengerjakan pekerjaan rutin di laboratorium saja. Padahal data pemeriksaan yang terkumpul di laboratorium itu banyak sekali, jika diolah dengan baik dapat menghasilkan jurnal-jurnal yang bereputasi,” ucap Sekertaris Prodi DIII Analis Kesehatan STIKes Mega Rezky ini. (hdl)

 

Demi Jadi Mahasiswa S1 Administrasi Rumah Sakit, Mantan TKI Ini Mendaftar di STIKes Mega Rezky

MCMR-MAKASSAR, Setiap mahasiswa memiliki alasan yang berbeda mengenai program studi (Prodi) yang diminatinya. Berbagai alasan seperti fasilitas belajar yang memadai, dosen yang berkualitas hingga suasana kampus yang bersih menjadi alasan kuat calon mahasiswa baru (Maba) menentukan pilihan mereka untuk melanjutkan jenjang pendidikan.

Namun, ada yang unik dalam penerimaan Maba Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit tahun ini.  Ketika pihak Prodi mewawancari calon Maba, seorang diantara para calon telah menarik perhatian pada sesi tersebut, Selasa (16/05/2017).

Dia adalah Acep Adiyawan, calon Maba asal Buton. Dalam sesi wawancara ia mengaku memilih berkuliah di STIKes Mega Rezky Makassar hanya karena satu alasan, yang tak lain, kampus ini memiliki Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit.

Sejak menginjakkan kakinya di kampus yang mengelola 12 prodi ini, Acep mengaku hanya tertarik dan penasaran dengan S1 Administrasi Rumah Sakit. “Awalnya saya mencari informasi terkait prodi ini via internet dan mulai membaca informasi di media online,” tegasnya saat  sesi wawancara di Lantai IV Gedung Rektorat STIKes Mega Rezky.

Setelah dirinya mendapatkan informasi yang cukup, akhirnya ia dengan penuh keyakinan memilih prodi ini. Adalah sebuah perjalanan yang panjang baginya untuk menentukan STIKEs Mega Rezky sebagai kampus pilihannya. Sekitar dua tahun lebih, dirinya telah melalui berbagai pengalaman. Hingga akhirnya ia memutuskan S1 Administrasi Rumah Sakit sebagai pelabuhan terakhir untuk melanjutkan pendidikan.

Ketua Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, Laode Hidayat SSi Msi. (Foto: Patmi)

[/caption]

Acep bercerita, selama enam bulan, dirinya pernah merantau ke negeri tetangga, Malaysia. Dalam perantaunnya, ia mencoba peruntungan sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Saat itu, ia berprofesi sebagai tukang kayu. Namun, rupanya mendapatkan pekerjaan dan uang bukanlah segalanya.  Ia mendamba hal lain yakni ruang pendidikan untuk mengasah dan menempa dirinya.

Selama dua tahun dalam masa pencarian, hatinya pun tertambat pada S1 Administrasi Rumah Sakit. Di saat sesi wawancara, Acep mengatakan, dirinya ingin berkuliah di Administrasi Rumah Sakit karena tenaga pengajarnya berkualitas. Ia berharap dengan berkuliah di S1 Administrasi Rumah Sakit, kelak dirinya akan mampu mengelola sebuah rumah sakit. “Ilmu yang saya peroleh di bangku kuliah akan menjadi bekal ketika terjun ke lapangan (rumah sakit,red),” tandasnya di akhir wawancara. (hdl)

Hadirin Talkshow “Kamu Pasti Bisa ke Luar Negeri” Tak Kuasa Menahan Air Mata

MCMR-MAKASSAR, Masih dalam suasana hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 Mei, Forum Mahasiswa program studi S1 Administrasi Rumah Sakit memperingati momen spesial ini dengan talkshow motivasi bertajuk “ Kamu Pasti Bisa ke Luar Negeri” di Aula Lantai 3 Analis Kesehatan STIKes Mega Rezky, Sabtu (13/05/2017).

Acara tersebut menghadirkan Imam Hidayat sebagai pembicara utama. Pihak panitia mendapuk Imam  karena latar belakangnya yang gemilang dengan sederet prestasinya di luar negeri. Surya Engriani Hikmah, selaku ketua panitia acara tersebut mengatakan, Imam Hidayat sangat tepat menjadi pembicara dalam talkshow kami, karena sosok imam akan mampu menginspirasi mahasiswa STIKes Mega Rezky agar berani bermimpi dan bercita-cita hingga bersekolah ke luar negeri.

Ketua Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKes Mega Rezky Laode Hidayat SSi Mars menyerahkan cinderamata kepada Imam Hidayat dalam Talkshow motivasi "Kamu Pasti Bisa ke Luar Negeri" di Aula Lantai 3 STIKes Mega Rezky, Sabtu (13/05/2017). (Foto: Patmi)

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan tentunya dapat menggerakkan mahasiswa agar berani berjuang meraih cita-citanya,”ungkap Hikmah, sapaan mahasiswa angkatan 2015, S1 Administrasi Rumah Sakit ini.

Imam setidaknya pernah mengikuti berbagai ajang di luar negeri seperti Beijing, Jepang, Hawai dan Hongkong. Selain itu dirinya tercatat pernah mengikuti Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) dan mewakili Indonesia di Jerman, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah FMIPA UI, Juara I Lomba Blog Prasetya Mulya School, Juara II Lomba Blog Milkuat,  Juara harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah Kamaritiman, Juara I Debat Green Life, Juara I Pemilihan Duta Konstitusi Unhas, Juara I Lomba Menulis Cerpen Gebyar Sastra Kartunet, Juara I Lomba Menulis Cerita Pendek tentang styrofoam tingkat nasional, Finalis Project Competition Global Youth Forum, serta pernah menjadi peserta Olimpiade Sains tingkat Nasional bidang Astronomi.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar, namun di tengah acara, para hadirin tak kuasa menahan air mata ketika menyaksikan video perjalanan sosok Imam yang ingin memberikan hadiah terindah bagi almarhumah ibundanya. Para peserta tergugah dengan usaha Imam yang tak henti-hentinya menggapai mimpinya walau dalam kondisi terbatas dan berduka atas kepergian ibundanya.

Era Pratiwi SKM Mars mengusap air mata dengan kain jilbabnya. Ia tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan beberapa penggalan video perjuangan Imam meraih mimpinya. “Saya merasa terharu, dan prestasi Imam sungguh luar biasa di usianya yang masih muda,” ungkap Era dengan mata berkaca-kaca.

Mahasiswa dan dosen S1 Administrasi Rumah Sakit STIKes Mega Rezky berpose bersama pembicara Talkshow "Kamu Pasti Bisa ke Luar Negeri" Imam Hidayat, di Aula Lantai 3 STIKes Mega Rezky, Sabtu (13/05/2017). (Foto: Patmi)

Sukses memotivasi dan menginspirasi civitas akademika  STIKes Mega Rezky, Imam tak habis pikir dengan sambutan dan persiapan yang telah disiapkan oleh pihak panitia karena Imam mengira sesi diskusi hanya akan dihadiri oleh beberapa mahasiswa saja, laiknya diskusi pelataran. “Saya tak menyangka acara ini akan dihadiri oleh petinggi STIKes Mega Rezky, apalagi Prof Rusli turut hadir dalam acara ini,” ungkapnya di sela-sela talkshow.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua STIKes Mega Rezky Prof Dr dr H M Rusli Ngatimin MPH, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan H Syamsunie Carsel HR SAg MP MS, Ketua Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Laode Hidayat SSi Mars, Ketua Prodi DIII Farmasi A Suparlan Isya Syamsu SFarm Apt dan beberapa ketua prodi lainnya serta dosen S1 Administrasi Rumah Sakit. (hdl)

Mahasiswa DIV Analis Kesehatan Utak-atik Bakteri Penyebab TB

MCMR, MAKASSAR– Mengenakan jas putih, mahasiswa DIV Analis Kesehatan STIKes Mega Rezky Makassar tampak sibuk mengutak-atik sampel bakteri penyebab Tuberkulosis (TB), Mycobacterium Tuberculosis, di Laboratorium Molekuler, Hasanuddin University Medical Research Center (HUM RC), Fakultas Kedokteran Unhas, Rabu-Kamis (9-10/05/2017).

Kegiatan yang  diikuti oleh 121 mahasiswa dan 3 dosen yaitu Nirmawati Angria SSi MKes, Arlitha Dekayana SSi MKes dan Ka'bah SSi MKes selaku pendamping. Praktik ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa DIV Analis Kesehatan mengenai metode pemeriksaan molekuler. Hal ini penting karena merupakan kompetensi unggulan bagi mahasiswa Program studi (Prodi) DIV Analis Kesehatan.

Mahasiswa melakukan pengambilan sampel sebelum memasukkannya ke Gel Elektroforesis

Ka’bah mengatakan, perlahan tapi pasti mahasiswa melakukan pemeriksaan molekuler seperti ekstraksi sampel, dan amplifikasi dengan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR). Mereka sedang berusaha mengidentifikasi sampel dari isolat Mycobacterium Tuberculosis penderita Tuberculosis Paru dengan teknik molekuler. Dengan hati-hati dan penuh ketelitian mereka mengekstraksi sampel untuk memisahkan DNA, hingga memasukkan sampel ke dalam cincin gel.

"Awalnya kami memberikan mahasiswa pengarahan penggunaan alat PCR dan elektroforesis lalu mereka mengambil sampel sebelum memasukkannya ke gel elektroforesis," ungkap Ka'bah, sapaan lelaki jebolan Universitas Hasanuddin ini.

Proses ekstraksi sampel untuk memisahkan DNA target.

Mereka tak hanya berkutat dengan bakteri penyebab TB, namun mereka juga penasaran dengan bakteri penyebab typhoid. Arlitha mengatakan, dalam praktik tersebut, mahasiswanya mencoba mengisolat bakteri Salmonella Tiphy dari darah penderita demam tifoid dengan teknik molekuler. (hdl)

JADWAL PENDAFTARAN & PEMBUKAAN MATRIKULASI

DISAMPAIKAN KEPADA SELURUH PESERTA MATRIKULASI MAHASISWA BARU PRODI D IV BIDAN PENDIDIK STIKES MEGA REZKY MAKASSAR BAHWA PENDAFTARAN MATRIKULASI DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN HARI JUM’AT 05 MEI 2017. SELURUH PESERTA DIWAJIBKAN HADIR PADA HARI SABTU, 06 MEI 2017 PUKUL 08.00 WITA UNTUK PEMBUKAAN DAN PEMBEKALAN DI AULA LT III GEDUNG PERKULIAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SERAGAM PUTIH HITAM ATAU UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP DAPAT MENGHUBUNGI NOMOR (0411-490451)