Arsip

Teliti Biaya Diabetik Luka Pada Kaki, Mahasiswa dan Dosen S1 Keperawatan Jadi Pemakalah di Negeri Jiran

MCMR, MAKASSAR- Prestasi membanggakan kali ini ditorehkan oleh dosen dan  2 mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Mega Rezky Makassar. Bersama pemakalah dari berbagai negara, ketiganya kini tengah berada di Negeri Jiran untuk mempresentasikan artikel mereka pada ajang World Council of Enterostomal Therapy di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur Malaysia, Minggu-Rabu (15-18/04/2018).


Perhelatan tersebut merupakan  pertemuan perawat luka tingkat dunia, diikuti oleh lebih dari 1000 peserta yg berasal dari 50-an negara. Mereka yang berjuang adalah Framita Rahman SKep Ns MSc (dosen S1 Keperawatan), Dwi Nurfaidah  dan  Rezki Amalia (keduanya mahasiswa S1 Keperawatan 2015).


Ketiganya membawakan makalah tentang perbandingan biaya perawatan diabetik luka pada kaki dengan kategori gangren dan non gangren. Mereka menggunakan data sekunder pada 113 status pasien di klinik perawatan luka Griya Afiat Makassar. Menggunakan pendekatan retrospektif, mereka mengambil data lampau 3 tahun yang lalu yaitu data tahun 2014-2017.


Hasil penelitiannya menarik, mereka menemukan adanya perbedaan biaya perawatan pada luka gangren dan non gangren. "Biaya perawatan lebih mahal pada penderita diabetik luka gangren," ungkap Framita ketika dihubungi via WhatsApp oleh Media Center Mega Rezky.


Selain itu, mereka menemukan beban biaya perawatan penderita diabetik luka dan pada biaya perawatan dan kunjungan rumah. Tampil di ajang internasional, Framita cemas dan penuh harap. Apalagi timnya dijadwalkan akan tampil pada hari Rabu. "Delegasi S1 Keperawatan Insya Allah akan mempresentasikn penelitiannya pada hari Rabu, mohon doanya agar bisa menampilkan yang terbaik. Terima kasih," ungkap Mitha (sapaan).